Kalau Anda sedang merencanakan liburan ke Jogja dan ingin sesuatu yang berbeda dari pantai atau candi, Embung Nglanggeran di Gunung Kidul adalah destinasi yang sayang untuk dilewatkan. Telaga buatan yang bertengger di ketinggian sekitar 495 meter di atas permukaan laut ini menawarkan panorama yang benar-benar memukau.
Hamparan hijau pegunungan, bukit karst khas Gunung Kidul, dan air embung berwarna hijau toska yang terlihat cantik dari kejauhan semua tersaji di sana. Seluruh keindahan alam di area Embung Nglanggeran ini kompak memanjakan mata Anda.
Menariknya, yang membuat Embung Nglanggeran Gunung Kidul semakin istimewa adalah lokasinya yang unik. Berbeda dari embung pada umumnya yang terletak di dataran rendah, embung ini justru berada di atas bukit yang dikenal warga setempat sebagai Gunung Gandu.
Apa Itu Embung Nglanggeran?

Embung Nglanggeran dibangun sebagai tempat penampungan air hujan yang kemudian dimanfaatkan untuk irigasi kebun buah milik warga di sekitarnya, dengan luas kawasan mencapai sekitar 20 hektare. Sumber airnya berasal dari mata air di lereng Gunung Api Purba Nglanggeran yang sudah tidak aktif sejak jutaan tahun lalu.
Embung ini diresmikan pada 19 Februari 2013 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai objek wisata baru di Gunung Kidul. Sejak saat itu, namanya terus tersebar dan menjadi salah satu destinasi paling dicari wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Jogja dari sudut yang berbeda dan tidak biasa.
Daya Tarik Embung Nglanggeran Gunung Kidul
Keistimewaan Embung Nglanggeran di Gunung Kidul ini tidak hanya terletak pada pemandangannya yang indah. Ada beberapa hal yang membuat tempat ini terus ramai dikunjungi dan selalu berhasil mencuri hati siapapun yang datang.
Pertama, warna air embungnya yang hijau toska adalah pemandangan yang sangat unik dan jarang ditemukan di tempat lain. Warna unik ini dihasilkan oleh lumut yang tumbuh di dasar embung, memberikan pemandangan yang menyejukkan mata. Dipadu dengan latar Gunung Api Purba yang gagah, komposisi visual yang tercipta sungguh menakjubkan.
Kedua, Embung Nglanggeran adalah salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dan sunset di Gunung Kidul. Saat matahari terbit, cahaya keemasan yang menyinari permukaan embung dan puncak pegunungan di kejauhan akan menciptakan pemandangan yang magis dan sulit dilupakan.
Begitu pula saat senja tiba, langit yang berubah warna menjadi kanvas indah yang membuat siapapun enggan beranjak pulang. Pemandangan indah ini menjadi lebih sempurna dengan adanya hembusan udara sejuk sore hari di Gunung Kidul ini.
Aktivitas Seru di Embung Nglanggeran

Ada banyak hal yang bisa dilakukan selama berada di Embung Nglanggeran Gunung Kidul. Bagi yang suka berfoto, banyak spot instagramable yang tersedia di sekeliling embung, dari gardu pandang, gazebo kayu, hingga sudut-sudut dengan latar belakang air hijau toska dan pegunungan karst yang dramatis.
Bagi yang gemar berolahraga ringan, tersedia jalur trekking dan jogging di sekitar kawasan embung yang udaranya sangat segar. Sementara bagi yang ingin pengalaman lebih seru, tersedia paket jeep tour untuk menjelajahi kawasan embung hingga area Gunung Api Purba.
Kawasan ini juga sangat dekat dengan Desa Wisata Nglanggeran. Desa wisata ini menawarkan berbagai aktivitas budaya dan alam yang memperkaya pengalaman wisata Anda secara keseluruhan.
Bagi yang ingin merasakan pengalaman menginap, area perkemahan juga tersedia di kawasan ini. Berkemah di kaki Gunung Api Purba dengan pemandangan embung yang tenang dan langit malam yang bersih dari polusi cahaya adalah pengalaman yang benar-benar berbeda dan sangat berkesan.
Tiket Masuk Embung Nglanggeran Gunung Kidul
Harga tiket masuk Embung Nglanggeran sangat terjangkau. Bagi wisatawan domestik dikenakan Rp10.000 untuk kunjungan siang hari dan Rp15.000 untuk malam hari, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp30.000 untuk kunjungan siang dan malam. Untuk kendaraan, biaya parkir sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.
Dengan harga tiket yang sangat terjangkau ini, Anda sudah bisa menikmati pemandangan alam kelas atas yang benar-benar memuaskan. Jam operasionalnya cukup fleksibel sehingga bisa membuat Anda lebih puas dalam menikmati keindahan alam.
Pada hari biasa buka dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, sementara Sabtu dan Minggu buka 24 jam. Dengan demikian, Anda bisa datang pagi untuk menikmati sunrise atau malam untuk menyaksikan kerlap-kerlip lampu kota Jogja dari ketinggian.
Lokasi dan Rute Menuju Embung Nglanggeran

Embung Nglanggeran berlokasi di Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 25 hingga 30 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan pribadi.
Rutenya cukup mudah diikuti, dari pusat kota arahkan kendaraan menuju Jalan Wonosari, lalu ikuti jalan hingga kawasan Bukit Bintang. Setelah itu belok kiri menuju Desa Ngoro-oro dan ikuti papan petunjuk ke arah Embung Nglanggeran. Perlu diingat, beberapa bagian jalan cukup menanjak dan berkelok, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Nah, itulah beberapa informasi terkait Embung Nglanggeran yang sangat wajib masuk ke list destinasi wisata Anda di akhir pekan. Setelah puas menikmati keindahan embung, Anda bisa langsung turun ke arah kota untuk menikmati berbagai kuliner legendaris Jogja yang biasanya buka sampai malam hari.
Jadi, setelah lelah berwisata, perut bisa kembali terisi dengan makanan yang lezat khas Jogja. Sungguh liburan yang menyenangkan ‘kan? Jadi, kapan Anda memasukkan Embung Nglanggeran Gunung Kidul ke dalam daftar destinasi liburan berikutnya? Tempat ini menunggu Anda dengan segala keindahannya yang tidak akan mengecewakan!