Alun-Alun Kidul Jogja, Wisata Malam yang Selalu Ramai Dikunjungi

Kalau Anda sedang di Jogja dan bingung mau ke mana saat malam tiba, alun-alun kidul adalah jawabannya. Tempat yang akrab disebut Alkid ini selalu hidup dan penuh warna sejak sore hingga larut malam, dipenuhi pengunjung dari berbagai penjuru kota yang datang untuk menikmati suasana khas Yogyakarta yang hangat dan santai. 

Berbeda dari kebanyakan destinasi wisata yang hanya ramai di akhir pekan, alkid Jogja nyaris tidak pernah sepi setiap hari. Gemerlap lampu odong-odong, aroma jajanan kaki lima, dan tawa pengunjung yang mencoba “Masangin” atau beringin kembar sudah menjadi pemandangan harian. Tidak heran jika Alkid selalu masuk dalam daftar destinasi wajib. 

Mengenal Lebih Dekat Alun-Alun Kidul Jogja

Selain Tugu Jogja, alun-alun kidul termasuk salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Jogja. Di balik kesederhanaan lapangan terbuka berpasir ini, tersimpan kekayaan sejarah, tradisi, dan cerita rakyat yang sudah berusia ratusan tahun lalu secara turun-temurun. 

Dengan fakta tersebut, tentu saja Alkid bukan hanya sekedar menjadi tempat nongkrong ya. Nah, berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengunjungi alun-alun kidul Jogja.

1. Sejarah Singkat yang Penuh Makna

Alun-alun kidul Jogja, Sumber: yogyakarta.kompas.com
Alun-alun kidul Jogja, Sumber: yogyakarta.kompas.com

Alkid dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I antara tahun 1755 hingga 1792, dan dulunya berfungsi sebagai tempat latihan ketangkasan prajurit Keraton Yogyakarta. Aktivitas seperti memanah, berkuda, hingga latihan perang pernah mewarnai tanah berpasir seluas 150 x 150 meter ini.

Kawasan ini memiliki lima jalan masuk yang melambangkan kelima indera manusia. Sementara hamparan pasirnya dimaknai sebagai simbol kegoyahan indera yang masih labil. Alkid pun juga bisa lepas dari sumbu kosmologis Yogyakarta yang membentang dari Merapi hingga Laut Selatan, menjadikannya bagian dari tatanan ruang yang sarat nilai. 

2. Mitos Alun-Alun Kidul Jogja yang Paling Terkenal

Satu hal yang paling membuat wisatawan penasaran dengan alun-alun kidul Jogja adalah tradisi Masangin. Tradisi Masangin merupakan ritual berjalan melewati celah di antara dua pohon beringin kembar bernama Supit Urang dengan mata tertutup. Konon, siapa saja yang berhasil melakukannya dipercaya akan terkabul keinginannya. 

Kedengarannya mudah, tapi kenyataannya banyak yang melenceng jauh dari jalur dan gagal sampai ke tengah atau melewati kedua beringin tersebut. Tradisi ini berakar dari ritual Topo Bisu yang dilakukan para prajurit dan abdi dalem keraton setiap malam 1 Suro. 

Mereka mengelilingi benteng dalam keheningan tanpa mengucap satu kata pun. Kemudian, melewati kedua beringin kembar sebagai bentuk permohonan berkah dan perlindungan. Ada pula kepercayaan bahwa di antara kedua pohon beringin tersebut tersimpan jimat tolak bala. 

Dari kisah inilah semakin memperkuat aura mistis Alkid yang tidak pernah pudar meskipun zaman terus berubah. Mitos alun-alun kidul Jogja ini terus hidup hingga kini dan menjadi salah satu daya tarik paling ikonik di tempat ini.

3. Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan

Dua pohon beringin kembar di alkid, Sumber: jogja.disway.id
Dua pohon beringin kembar di alkid, Sumber: jogja.disway.id

Selain mencoba Masangin, ada banyak hal seru yang bisa dinikmati di Alkid. Salah satu yang paling populer adalah menyewa sepeda tandem atau odong-odong hias yang berkelap-kelip penuh lampu warna-warni. 

Kegiatan ini menjadi pemandangan yang sangat khas dan selalu membuat siapapun ingin menaikinya, apalagi bagi mereka yang berasal dari luar kota. Untuk bisa naik odong-odong ini, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya 130-50 ribu untuk satu putaran.

Bagi Anda yang datang bersama keluarga atau anak-anak, kawasan alun-alun kidul jogja juga menyediakan berbagai hiburan lain. Seperti gelembung sabun raksasa dan layang-layang. Suasana yang terbuka dan aman, membuat Alkid sangat ramah untuk semua kalangan usia, dari anak-anak hingga lansia.

4. Jajanan Khas yang Wajib Dicoba

Berkunjung ke Alkid rasanya tidak lengkap tanpa mencicipi jajanan khasnya. Deretan angkringan dan pedagang kaki lima menjajakan berbagai pilihan kuliner yang menggugah selera, mulai dari wedang ronde yang hangat dan manis, jagung bakar dengan olesan bumbu yang harum, sate usus, hingga nasi kucing khas Jogja.

Bagi Anda yang ingin makanan yang lebih lengkap, ada Warung Ijo Alkid yang menawarkan bakmi godog, nasi goreng, dan soto dengan harga mulai Rp10.000 saja. Buka dari sore hingga lewat tengah malam, warung sederhana ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang setelah puas mengelilingi alun-alun kidul Jogja.

5. Lokasi dan Rute Menuju Alun-Alun Kidul Jogja

Tempat yang tidak pernah sepi pengunjung, Sumber: atourin.com
Tempat yang tidak pernah sepi pengunjung, Sumber: atourin.com

Alkid berlokasi di Jalan Alun-Alun Kidul, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Dari Malioboro atau Titik Nol Kilometer, Anda bisa berjalan kaki sekitar 1,5 hingga 2 kilometer ke arah selatan, melewati Keraton dan Plengkung Gading sebelum tiba di Alkid.

Jika menggunakan kendaraan, rute ke alun-alun kidul Jogja dari Titik Nol cukup mudah. Ambil Jalan Malioboro ke selatan, lanjut ke Jalan Nyai Dahlan, Jalan Ngasem, Jalan Polowijan, Jalan Taman, Jalan Ngadisuryan, dan Anda sudah tiba. Jarak dari pusat kota sekitar 2,8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 12 menit. 

Alun-alun kidul Jogja adalah destinasi wisata malam yang menawarkan banyak aspek, mulai dari sejarah, tradisi, hingga hiburan hingga kuliner. Baik Anda datang untuk mencoba sensasi Masangin, menikmati jajanan hangat, atau sekedar menikmati suasana kota yang khas, Alkid selalu punya sesuatu untuk semua orang.

Jangan tunda lagi kunjungan Anda ke Alkid. Tempat ini membuktikan bahwa wisata yang berkesan tidak harus mahal atau jauh, cukup datang, duduk, dan menikmati Jogja dengan lebih dekat!

Tinggalkan komentar